Giwangan sore ini,
Seorang perempuan menatap keluar melalui kaca jendela sebuah bus
Mencari kenangannya yang barangkali singgah di salah satu orang yang berlalu lalang
Setengah jam menunggu, tapi kenangan itu tak kunjung menemuinya
Lalu ia menatap wajahnya melalui kaca jendela yang sama
Samar-samar,
Ia melihat matanya
Melihat kenangan yang ia ciptakan sendiri
Melihat hanya seorang diri
Tak pernah ada lelaki yang memberinya luka di Giwangan sore ini
Perlahan,
Bus melaju pelan
Meninggalkan Giwangan
Meninggalkan kenangan tentang lelaki yang sama
Lelaki yang memberinya luka
Perempuan itu terus menatap dirinya sendiri melalui kaca yang juga sama
Membawa kenangannya,
Seorang diri
Seorang perempuan menatap keluar melalui kaca jendela sebuah bus
Mencari kenangannya yang barangkali singgah di salah satu orang yang berlalu lalang
Setengah jam menunggu, tapi kenangan itu tak kunjung menemuinya
Lalu ia menatap wajahnya melalui kaca jendela yang sama
Samar-samar,
Ia melihat matanya
Melihat kenangan yang ia ciptakan sendiri
Melihat hanya seorang diri
Tak pernah ada lelaki yang memberinya luka di Giwangan sore ini
Perlahan,
Bus melaju pelan
Meninggalkan Giwangan
Meninggalkan kenangan tentang lelaki yang sama
Lelaki yang memberinya luka
Perempuan itu terus menatap dirinya sendiri melalui kaca yang juga sama
Membawa kenangannya,
Seorang diri
Yogyakarta, 15 Juli 2015. 16.37 WIB
bernama
kaMu,
yang hadir
saat rinduku hanya untuk pantai dan suara ombak
bernama
kaMu,
yang hadir
saat teman bicaraku hanya suara hujan
bernama
kaMu,
yang hadir
saat tawaku hanya untuk menertawakan kebodohan
bernama
kaMu,
yang
menyembuhkan luka yang bernama kesepian
bernama
kaMu,
yang
mendorongku jatuh dan membuat luka baru
bernama
kaMu,
yang berubah
menjadi bernama kecewa
Yogyakarta, 12 Juli 2015. 07:51 WIB
Rindu adalah suara debur ombak Parangtritis 16 Mei.
Berkejaran.
Tak mengenal kata menunggu.
Yogyakarta, 12 Juli 2015. 01.33 WIB
Berkejaran.
Tak mengenal kata menunggu.
Yogyakarta, 12 Juli 2015. 01.33 WIB
Aku serupa air kran di rumahmu
Mengalir dan membilas bajumu
Jatuh ke saluran dan menyatu dengan tanah
Hilang
Mati.
Yogyakarta, 11 Juli 2015
Mengalir dan membilas bajumu
Jatuh ke saluran dan menyatu dengan tanah
Hilang
Mati.
Yogyakarta, 11 Juli 2015
Kamu menanamkan rindu pada api
Yang membuatnya membara
Kamu menanamkan rindu pada air
Yang membuatnya dingin
Kamu menanamkan rindu pada tanah
Yang membuatnya kembali pada bumi
Mati.
Yogyakarta, 11 Juli 2015
Yang membuatnya membara
Kamu menanamkan rindu pada air
Yang membuatnya dingin
Kamu menanamkan rindu pada tanah
Yang membuatnya kembali pada bumi
Mati.
Yogyakarta, 11 Juli 2015

