Titik
08.30Bagaimana bisa kau ucap cintaku platonik Sedang rasa yang kau punya, menjadi rahasia yang haram untuk kau bongkar sendiri Kau gelisah, meracau, dan menghilang dari keramaian Sedang di sini, aku kacau dalam perantauan sialmu Ditemani nyamuk dan berbantal kamus tebal, sering kumenatap pintu melihat sosokmu yang kurus datang tiba-tiba Namun itu semu, kau tak pernah berdiri di sana Pernah tengah malam yang pekat dan penuh misteri, Saat bulan tak muncul malam itu, dan bintang bersembunyi di balik awan tebalnya, masih lekat dalam-dalam, kau berdiri di pintu dengan senyum tak berdosa melihatku “Itukah, kau?” tanyaku pada hati yang kacau ini, mungkin lebih kacau dari sebelumnya. Ingin kumenagih janji, tentang sepenggal puisi yang akan kita baca di pantai, tentang secangkir kopi, menulis tentang satu hal berdua, tentang aroma laut, dan tentang cerita dermaga di dekat rumahmu Lalu, tentang apa lagi? Kurasa sebelum aku mengucapkan semua itu, aku lebih dulu memilih titik untuk kita, kau dan aku. Jember, Juli 2011

0 komentar